Brebes-Rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Brebes meliput beberapa kegiatan pembelajaran. Salah satu rangkaian pembelajaran yang dilaksanakan pada hari kedua adalah belajar merawat jenazah atau yang disebut dengan Tahjizul Mayit. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 13 Maret 2025 bertempat di aula SMANSA Brebes, nama familiar untuk menyebut SMAN 1 Brebes.
Di hadapan siswa peserta Pesantren Ramadhan, Nur Ni’ matul Hasanah memaparkan tahapan saat mau memandikan jenazah. Semua peserta memperhatikan dengan seksama. Kemudian secara berkelompok mereka mempraktekkan dengan mengambil peran masing-masing. Ada siswa yang menjadi mayit, ada beberapa siswa yang memandikan dengan menyediakan alat alat untuk mandi.
“Pembelajaran Tahjizul Mayit merupakan materi yang sangat penting untuk difahami oleh peserta Pesantren Ramadhan. Hal tersebut karena materi ini tidak dipelajari di sekolah secara detail. Oleh karena itu melalui pembelajaran praktek ini diharapkan mereka dapat memahami lebih jauh bagaimana cara merawat jenazah mulai dari memandikan, mengkafani sampai dengan mensholati,” kata Mba Nur Ni’matul Hasanah selalu tutor Pesantren Ramadhan.
Lebih lanjut Ni’mah menegaskan bahwa generasi Z hari ini sangat perlu memahami tentang Tahjizul Mayit. Salah satu ciri gen Z memiliki keakraban dengan teknologi informasi yang sedikit menggeser perhatian mereka terhadap peran agama. Sementara manusia pada hakekatnya sangat butuh agama. Salah satu dogma agama yang tidak bisa dibantah oleh siapapun adalah kematian. Oleh karena itu dengan pembelajaran Tahjizul Mayit juga diharapkan gen Z yang saat ini masih dalam usia sekolah akan sedikit tersentuh dengan ingat kematian. Dengan ingat kematian maka akan menentukan kesadaran pentingnya ilmu agama.
“Apa yang kami sampaikan kepada mereka semoga bermanfaat, terkait dengan Tahjizul Mayit. Minimal saat ada keluarga dekatnya yang meninggal merek bisa mempraktekkan sesuai dengan ilmu yang dipelajarinya hari ini,” pungkas alumni Pondok Pesantren Salafiyah Luwungragi Brebes.
Di tempat terpisah, Akhmad Sururi selaku inisiator Pesantren Ramadhan mengatakan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan menjadi pilar pendidikan keagamaan yang memiliki tujuan untuk mewujudkan karakter keberagaman yang kuat. Peran Ilmu agama menjadi sangat penting untuk mewujudkan generasi yang berakhlak mulia. Karakter keberagamaan ini tentu harus diajarkan melalui proses tatap muka agar tidak salah faham dalam mengakses pengetahuan agama.(AS)