Brebes–Sebanyak 20 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berprofesi sebagai Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menerima sertifikat pendidik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Mereka merupakan peserta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) PAI Batch II Tahun 2024 yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan profesi dengan dedikasi tinggi. Bertempat di Aula Kemenag Brebes, Senin, (4/8/2025)
Penyerahan sertifikat dilakukan dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes. Hadir dalam acara tersebut Kasi Pendidikan Agama Islam (Pais) Kemenag Brebes, Agung Nugroho, yang menyerahkan sertifikat secara simbolis, didampingi oleh Dwi Istiyani, dosen PAI UIN Walisongo Semarang sekaligus Ketua Program PPG.
Dalam sambutannya, Agung Nugroho menyampaikan apresiasi atas kerja keras para guru yang telah mengikuti proses PPG dengan penuh komitmen. Ia menekankan bahwa sertifikat pendidik bukan sekadar dokumen administratif, melainkan simbol tanggung jawab dan integritas.
“Guru PAI harus menjadi teladan dalam kinerja dan akhlak. Sertifikasi ini adalah pengakuan atas profesionalisme, tapi juga panggilan untuk menjaga integritas. Pendidikan agama tidak bisa dijalankan setengah hati. Ia menuntut dedikasi penuh dan keteladanan nyata,” ujar Agung dengan tegas.
Agung juga mengingatkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Ia berharap para penerima sertifikat mampu menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing, membawa semangat moderasi dan nilai-nilai kebangsaan.
Sementara itu, Dwi Istiyani menyampaikan pesan inspiratif kepada para lulusan. Ia menekankan bahwa guru PAI harus terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan era digital.
“Menjadi guru PAI bukan hanya soal menyampaikan materi, tapi juga membentuk jiwa. Kita harus reflektif, adaptif, dan mampu menyentuh hati peserta didik. Pendidikan agama harus relevan dan bermakna,” tutur Dwi yang dikenal aktif dalam pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai Aswaja.
Salah satu peserta, Teguh, menyampaikan rasa syukur dan komitmennya usai menerima sertifikat. Ia menegaskan bahwa sertifikasi ini menjadi titik awal untuk bekerja lebih profesional dan mengabdi sepenuh hati kepada anak didik.
“Saya berkomitmen untuk menjalankan tugas sebagai guru PAI dengan penuh tanggung jawab. Sertifikat ini bukan akhir, tapi awal dari pengabdian yang lebih bermakna. Saya ingin menjadi guru yang tidak hanya mengajar, tapi juga membimbing dan menginspirasi,” ujar Teguh.
Program PPG PAI Batch II 2024 merupakan bagian dari strategi nasional Kementerian Agama untuk meningkatkan kompetensi guru agama di seluruh Indonesia. Dengan dukungan dari UIN Walisongo sebagai LPTK pelaksana, program ini telah melahirkan ribuan guru profesional yang siap menghadapi tantangan pendidikan modern. Penyerahan sertifikat ini menjadi penanda lahirnya harapan baru dalam dunia pendidikan agama. Dengan semangat integritas, profesionalisme, dan pengabdian, para guru PAI yang telah tersertifikasi siap menjadi cahaya di ruang-ruang kelas, menerangi jalan generasi mendatang.(hid)








