Brebes-Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes anjurkan kegiatan “Cipta Kondisi” sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya demonstrasi dan potensi kerusuhan sosial yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan ketenangan, memperkuat nilai kebangsaan, dan menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan madrasah dan pesantren. Mulai Senin-Kamis, (1-4/9/2025)
Kepala Kantor Kemenag Brebes, Abdul Wahab, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah dalam mengayomi masyarakat dan mencegah dampak negatif dari situasi nasional terhadap generasi muda. “Kami ingin memastikan bahwa para pelajar dan santri tetap berada dalam lingkungan yang aman, damai, dan penuh nilai kebangsaan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan acara.
Cipta Kondisi dilaksanakan secara serentak di seluruh jenjang pendidikan madrasah, mulai dari RA, MI, MTs, MA, hingga pesantren. Kegiatan ini meliputi pembinaan karakter, dialog kebangsaan, doa bersama lintas madrasah, serta penyuluhan tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Para guru dan tenaga kependidikan turut dilibatkan sebagai fasilitator utama.
Dalam pelaksanaannya, Kemenag Brebes menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan untuk memberikan edukasi yang menyejukkan. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya memahami perbedaan sebagai kekayaan bangsa dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah persatuan.
Para pelajar dan santri menyambut kegiatan ini dengan antusias. Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Brebes, ratusan siswa mengikuti sesi dialog interaktif bersama tokoh agama lokal yang membahas nilai-nilai toleransi dan cinta tanah air. Sementara di beberapa MI dan MTs, kegiatan dilakukan dalam bentuk lomba poster bertema “Damai Itu Indah”.
MAN 1 Brebes juga membuka layanan konseling dan ruang aspirasi bagi pelajar yang merasa cemas atau terpengaruh oleh isu-isu sosial yang berkembang. “Kami ingin menjadi tempat berlindung, bukan hanya secara fisik, tapi juga secara emosional dan spiritual,” Ujar keoala MAN 1 Brebes Nurhayati .
Selain itu, pesantren-pesantren di Brebes turut menggelar istighotsah dan pengajian akbar sebagai bentuk spiritualitas kolektif untuk mendoakan kedamaian bangsa. Para kiai dan ustaz menyampaikan pesan-pesan damai dalam ceramah mereka, mengajak santri untuk menjadi agen ketenangan di tengah masyarakat.
Kemenag Brebes menegaskan bahwa kegiatan Cipta Kondisi akan terus berlanjut selama situasi sosial belum sepenuhnya kondusif. Evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan efektivitas program dan menjangkau lebih banyak madrasah serta komunitas keagamaan di pelosok desa.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan yang kuat, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat menjadi benteng moral dalam menjaga keutuhan bangsa. “Kami percaya, ketenangan sosial dimulai dari ruang-ruang pendidikan yang damai,” tutup Kepala Kemenag Brebes. (hid).











