Brebes-Wisuda Akbar Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) se-Kabupaten Brebes dan Launching Museum Arkeologi dilaksanakan pada Rabu, (4/2/2026) di Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda, Kabupaten Brebes. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan santri MDTA dari berbagai kecamatan di Kabupaten Brebes dan civitas akademika Ponpes Al Hikmah 1 Brebes
Acara wisuda dan launching tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Brebes Paramitha Widyakusuma yang akrab disapa Mitha. Hadir mendampingi Bupati Brebes, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes M. Aqsho, anggota DPRD Kabupaten Brebes, serta ulama kharismatik pengasuh Ponpes Al Hikmah 1 Brebes, KH. Labib.
Dalam sambutannya, Bupati Brebes Paramitha Widyakusuma menyampaikan, Saya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya Wisuda Akbar MDTA dan lauching museum Arkelogi yang menjadi bukti nyata perhatian masyarakat terhadap pendidikan keagamaan dan benda cagar budaya”. Ungkapnya.
Menurutnya, pendidikan diniyah dan taklimiyah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Dia menegaskan bahwa MDTA tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar agama, tetapi juga sebagai pondasi moral bagi anak-anak dalam menghadapi tantangan zaman. Ia berharap para santri mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
“Saya Bupati Brebes mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah, orang tua, dan tokoh agama, untuk terus bersinergi dalam mendukung keberlangsungan pendidikan diniyah demi terciptanya sumberdaya manusia yang Unggul berman dan bertaqwa”.
Ia meeguhkan pendapat bahwa keberhasilan pendidikan agama akan sangat berpengaruh terhadap masa depan daerah dan bangsa.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes M. Aqsho dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa bangga kepada para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di MDTA dan Museum Arkeologi. “semoga dengan Wisuda Akbar dan Launching museum Arkelogi, yang merupakan penilaian capaian tersebut merupakan hasil kerja keras santri, guru, dan dukungan penuh dari orang tua”. ujarnya
M. Aqsho berharap para santri yang diwisuda tidak berhenti sampai di jenjang MDTA, tetapi dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, baik di madrasah, pesantren, maupun lembaga pendidikan Islam lainnya. Ia menekankan pentingnya belajar sepanjang hayat demi memperdalam ilmu agama.
Selain itu, Kepala Kemenag Brebes juga mengingatkan agar ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan diniyah dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ilmu agama harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan kontribusi positif di tengah masyarakat. Wisuda Akbar MDTA se-Kabupaten Brebes ini berlangsung khidmat dan penuh semangat, menjadi momentum penting dalam penguatan pendidikan keagamaan serta pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia dan berilmu.(hid).








