Brebes-Suasana religius menyelimuti lingkungan SMKN 1 Bulakamba saat bulan Ramadhan. Ratusan siswa mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan yang diawali dengan khataman Qur’an 30 Juz. Seluruh siswa membaca ayat demi ayat secara merata yang dibagikan kepada siswa baik putra maupun putri.
“Saya sangat mengapresiasi nuasaa religius di SMKN 1 Bulakamba pada bulan Ramadhan ini. Tadi barusan kita saksikan bersama pembacaan Qur’an 30 Juz dan dipungkasi dengan doa khotmil Qur’an. Ini sangat luar biasa,” kata Akhmad Sururi saat mengawali sambutan selaku Ketua Pesantren Ramadhan Center,Kamis, (15/3/2026) di Aula Pangeran Diponegoro SMKN 1 Bulakamba Brebes.
Di hadapan peserta pesantren ramadhan, Sururi menegaskan bahwa kehadiran Pesantren Ramadhan di lembaga pendidikan formal sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter keagamaan. Pengajian Qur’an yang tidak dibiasakan saat Ramadhan menjadi bentuk pendidikan karakter Keagamaan dilingkungan pendidikan formal.
“Pesantren Ramadhan ini ikhtiar untuk mengokohkan Aqidah Islam, pengamalan syareat dengan baik serta penanaman akhlak mulia. Ketiga hal tersebut adalah terjemahan dari ” Santri “, San” itu cahaya , ” Tri ” itu tiga. Pertama cahaya keimanan, kedua cahaya Syareat dan ketiga Akhlak. Ketiganya menyetu dalam diri manusia,” lanjut Akhmad Sururi.
Ketiga cahaya tersebut, menurut Ketua DPC FKDT Kab Brebes, harus menyatu dalam diri seorang muslim. Keimanan atau Aqidah menjadi pondasi seorang muslim dengan memahami rujuy iman. Syareat atau fiqih menjadi ketentuan hukum dalam beribadah dan bermuamlah. Adapun akhlak sebagai perisai yang harus kita laksanakan, termasuk akhlak sesama teman.
“Kita berharap melalui Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan di SMKN 1 Bulakamba, kita bisa bersama belajar untuk memperkuat Aqidah, syareat dan akhlak. Selama satu Minggu nara sumber akan bersama sama dengan kalian mendampingi belajar ilmu Agama Islam,” imbuh Sekretaris PD DMI Kab Brebes.
Dalam kesempatan tersebut selaku Kepala SMKN 1 Bulakamba, Mas Rudiyanto, menyampaikan apresiasi kepada peserta pesantren ramadhan yang telah mengkhatamkan Al-Qur’an 30 Juz. Hal menjadi langkah untuk memperkuat Aqidah atau keyakinan sebagai seorang muslim. Kecintaan kepada Nabi Muhammad dibuktikan dengan patuh dan taat terhadap ajaran-ajarannya. Karena sesungguhnya tidak semua orang ingin masuk surga. Ada sekelompok orang yang tidak mau masuk surga. Mereka itulah yang menentang perintah agama.
Turut hadir dalam Pembukaan Pesantren Ramadhan, Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) sekaligus selaku Wakil Ketua Tim Pesantren Ramadhan Center,KH Mu’min Syafiq Lc. Dalam kesempatan tersebut Beliau memimpin doa penutup dalam.acara serimonial Pembukaan(AS).









