Brebes-Ketua Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmliyah (DPC FKDT) Kab Brebes mengajak semua elemen di Kabupaten Brebes untuk membangun ekosistem pendidikan. Pemerintah, sekolah dan kelompok masyarakat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang harus terbangun dengan baik untuk mewujudkan penguatan pendidikan karakter di Brebes. Madrasah diniyah takmliyah (MDT) sebagai lembaga pendidikan non formal keagamaan memiliki peran yang penting dalam penguatan pendidikan karakter.
Ketua Pansus delapan tentang Penguatan Pendidikan Karakter menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab Brebes dan beberapa Ormas keagamaan di Brebes dalam rangka Rapat Dengar Pendapat terkait dengan Raperda tersebut. Ormas Keagamaan yang hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan Senin, (18/5/ 2026) di ruang komisi I DPRD Brebes, antara lain Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Brebes, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Brebes, PC LP Ma’arif NU Brebes dan Majlis Dikdasmen PD Muhamadiyah Brebes.
Akhmad Ghufron selaku Ketua Pansus mengatakan bahwa dirinya mengundang mereka untuk mendengarkan langsung aspirasi dan harapan terkait dengan Raperda PPK dari praktisi pendidikan atas nama masyarakat. Hal tersebut menjadi tahapan dalam rangka menuju pengesahan Raperda yang sebelumnya sudah tersusun naskah akademik dan draf Raperda. Selaku legislator bersama dengan Pansus telah melakukan study pintar diPurwakarta.
“Disana sangat luar biasa terkait dengan pendidikan dengan suasana yang religius. Hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari peran pemerintah dan dukungan semua pihak untuk mewujudkan suasana yang damai dan sejuk.Habis magrib anak anak mengaji, sekolah juga berangkat pagi. Ini berarti melaksanakan tujuh kebiasaan Indonesia hebat, ” kata angggota DPRD yang pernah mengenyam pendidikan madrasah diniyah atau sekolah arab.
Mengutip ayat Al Qur’an yang artinya, hendaklah kalian merasa takut yang berlebihan meninggalkan generasi dalam keadaan lemah, Ghufron menegaskan bahwa sebagai bagian dari pemerintah dirinya hadir untuk mewujudkan generasi Brebes yang memiliki karakter yang kuat. Oleh karena itu peran para praktisi pendidikan tidak bisa diabaikan. MDT dan Pondok Pesantren menjadi barisan dalam ikut serta memperkuat pendidikan karakter.
Tampak hadir dalam forum tersebut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Sutaryono didampingi oleh Kabid Dikdasmen dan Nur Fauzan serta Nur Sidik. Sutaryono menyambut dengan positif hadirnya Raperda Penguatan Pendidikan karakter karena sejalan dengan rencana Pemkab Brebes yang akan melaunching program BSAN ( Budaya Sekolah, Aman dan Nyaman). Dalam dunia pendidikan, BSAN merupakan singkatan dari Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.Istilah ini menjadi bagian dari kebijakan strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang diatur melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut Akhmad Sururi selaku Ketua DPC FKDT Brebes menyampaikan terimakasih kembali pimpinan Pansus yang telah mengundang dirinya untuk urun rambug terkait dengan Raperda Penguatan Pendidikan karakter. Sebagai Ketua FKDT yang membawahi madrasah diniyah Brebes mengatakan bahwa mewujudkan penguatan pendidikan karakter tidak bisa dilepaskan dari MDT yang mengajarkan ilmu agama Islam. Sinergisitas dan kemitraan dalam ekosistem pendidikan di Brebes menjadi modal yang sangat penting untuk memperkuat pendidikan karakter.
Sururi juga menyampaikan terimakasih kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab Brebes yang telah menambah nilai point ijazah MDTA untuk SPMB tingkat SMP. Hal ini menurut Akhmad Sururi menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pendidikan MDT di Kab Brebes.
Sementara itu perwakilan dari PC LP Ma’arif NU Brebes, Sayidin menyoroti fenomena anak jalanan atau anak punk dan tawuran pelajar. Pemerintah dan pihak penegak hukum diharapkan bisa mengatasi persoalan tersebut. Mereka sebenarnya yang terlibat tawuran adalah pelajar yang sering bergerombol di tempat tertentu. Oleh karena itu sangat diharapkan dengan Raperda ini akan mengurangi angka kenakalan remaja di Brebes.
Perwakilan dari Majlis Dikdasmen PD Muhamadiyah menyoroti karakteristik anak sekolah yang belum mewujudkan tujuh kebiasaan Indonesia hebat. Kalau tujuh kebiasaan tersebut bisa dijalankan dengan optimal tentu generasi Brebes akan memiliki karakter yang kuat sehingga tidak terjadi tawuran dan lain-lain.
Dalam forum tersebut Gus Fifik mewakili FKPP Brebes menegaskan bahwa sesungguhnya pendidikan karakter sudah dijalankan di ponpes. Budaya pesantren dengan disiplin beribadah merupakan bagian dari pendidikan karakter.
Dalam Rapat dengar pendapat hadir juga dari anggota Pansus delapan, Nafisatul Khoiriyah, Khariroh dan Syafaat selaku Wakil Ketua Pansus Raperda Penguatan Pendidikan karakter.(as)








