Brebes– Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Brebes menggelar kegiatan Senam Moderasi Beragama dan Ekoteologi di Islamic Centre Brebes, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai moderasi beragama sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan penyuluh agama dan masyarakat.
Kegiatan diikuti jajaran penyuluh agama serta unsur terkait di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Brebes. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, Senam Moderasi Beragama dan Ekoteologi diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa nilai-nilai agama dapat diwujudkan melalui perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga lingkungan dan membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, M. Aqsho, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan yang memadukan olahraga, moderasi beragama, dan kepedulian lingkungan menjadi bagian positif dalam memperkuat peran penyuluh agama di tengah masyarakat.
“Penyuluh agama merupakan garda terdepan sekaligus memiliki keahlian di bidang masing-masing. Karena itu, penyuluh memiliki peran penting dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat,” ujar M. Aqsho. Ia berharap penyuluh terus mengembangkan peran dan kontribusinya sehingga pesan-pesan keagamaan dapat disampaikan secara kontekstual dan mudah diterima masyarakat.
Ketua IPARI Kabupaten Brebes, Mu’min Muhammad Syafiq, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program IPARI dalam memperkuat kapasitas dan peran penyuluh agama. Ia juga menyampaikan bahwa Program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) IPARI telah berjalan sebanyak dua kali putaran sebagai bagian dari upaya penguatan pemahaman dan kemampuan keagamaan.
Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Brebes, Subandi, yang mewakili Bupati Brebes, menyampaikan bahwa Senam Moderasi Beragama dan Ekoteologi merupakan kegiatan sederhana yang dapat mengajarkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, menjaga lingkungan, menghemat penggunaan air, serta membiasakan perilaku ramah lingkungan merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai agama.
Subandi juga menekankan pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat Brebes. Brebes, kata dia, merupakan rumah bersama yang dihuni masyarakat dengan latar belakang yang beragam, sehingga nilai toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan perlu terus dirawat dan diperkuat. Ia menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat. Penyuluh tidak hanya menyampaikan aspek keagamaan







