29 September 2026
Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Kementerian Agama
  • Berita
    • SUBBAG TU
    • Penyelenggara Haji Dan Umroh
    • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
    • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
    • Pendidikan Agama Islam
    • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Pendidikan Madrasah
    • Pembimbing Masyarakan Kristen
    • Pembimbing Masyarakat Katolik
    • Pembimbing Masyarakan Hindu
    • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Profil

  • PPID
  • Berita
    • SUBBAG TU
    • Penyelenggara Haji Dan Umroh
    • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
    • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
    • Pendidikan Agama Islam
    • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Pendidikan Madrasah
    • Pembimbing Masyarakan Kristen
    • Pembimbing Masyarakat Katolik
    • Pembimbing Masyarakan Hindu
    • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Profil

  • PPID
Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Kemenag
Beranda Berita

Buka IGIC 2026, Menag Tegaskan Peran Imam Sebagai Duta Perdamaian Dunia

oleh editor
September 28, 2026
Dalam Kategori Berita, Pembimbing Masyarakat Islam, Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
Durasi Membaca: 4 Menit
A A
0
Buka IGIC 2026, Menag Tegaskan Peran Imam Sebagai Duta Perdamaian Dunia
0
TAMPIL
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya memperkuat peran imam sebagai ambassador perdamaian dan jembatan kemanusiaan di tengah berbagai konflik dan tantangan global. Menurutnya, kedekatan imam dengan masyarakat menjadikan pemimpin keagamaan memiliki posisi strategis untuk membangun dialog, meredam ketegangan, dan memperkuat harmoni.

“Kehadiran imam untuk menjadi ambassador perdamaian. Mari kita menjadikan masjid sebagai meeting point,” ujar Menag saat membuka International Grand Imam Conference (IGIC) 2026 di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Menag mengatakan, peran imam sangat penting karena mereka memiliki intensitas komunikasi yang tinggi dengan masyarakat. Imam bertemu dengan umat secara rutin melalui berbagai aktivitas keagamaan, sehingga memiliki kedekatan. Ini dapat menjadi modal dalam membangun kesadaran dan menyampaikan pesan-pesan perdamaian.

“Peranan imam sangat penting, sebab imam inilah yang paling intensif berkomunikasi dengan umat. Kurang lebih lima kali sehari semalam para imam berjumpa dengan umat, bahkan melampaui seringnya pemerintah atau pimpinan-pimpinan ormas yang lain berjumpa dengan umat,” kata Menag.

Karena itu, Menag mendorong agar peran imam tidak berhenti pada kepemimpinan ritual, tetapi turut diperluas ke ruang sosial dan kemanusiaan. Menurutnya, terdapat persoalan yang tidak selalu dapat diselesaikan melalui pendekatan formal, termasuk konflik berkepanjangan di berbagai kawasan dunia.

“Diplomasi formal ternyata tidak berhasil menghentikan peperangan. Imam berusaha untuk menawarkan satu solusi lain, mari kita melakukan pendekatan lain. Bagaimana kita mendekati antar para pihak dengan menggunakan bahasa moral, menggunakan bahasa kemanusiaan,” ujarnya.

Kemanusiaan sebagai Awal

Menurut Menag, pendekatan keagamaan dapat menjadi salah satu cara untuk mempertemukan manusia yang memiliki latar belakang agama, etnis, maupun kebangsaan yang berbeda. Ia menekankan bahwa rasa kemanusiaan merupakan titik temu yang dimiliki setiap manusia.

“We believe humanity is only one, there is no colors. Kemanusiaan itu hanya satu, rasa kemanusiaan itu tidak mengenal agama apapun, etnik manapun juga. Semua punya rasa kemanusiaan,” tegasnya.

Menag berharap bahasa agama dapat digunakan untuk menyentuh sisi kemanusiaan tersebut, terutama dalam merespons konflik regional dan internasional.

“Mari kita sentuh persoalan konflik regional internasional ini dengan menggunakan bahasa kemanusiaan. Mudah-mudahan bahasa agama ini bisa meredam konflik, bisa meredam ketegangan, dan kehadiran imam untuk membahasakan hal ini sangat strategis dan sangat penting,” sambungnya.

Pusat Perdamaian dan Kepedulian Lingkungan

Selain membangun perdamaian antarmanusia, Menag mengaitkan peran imam dengan upaya menjaga lingkungan. Ia mendorong penggunaan bahasa agama untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mencegah kerusakan alam dan eksploitasi sumber daya yang melampaui batas.

“Mari kita juga menggunakan bahasa agama untuk menyadarkan warga masyarakat, warga manusia untuk mencegah terjadinya kerusakan alam yang sedemikian dahsyat ini. Mari kita menggunakan bahasa agama untuk menyadarkan para pengelola hutan, para pengelola laut, dan para pengelola alam semesta yang lain untuk tidak melakukan hal-hal yang melampaui batas,” katanya.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari pembahasan ekoteologi yang diangkat dalam IGIC 2026. Menag memandang masjid dapat dikembangkan sebagai ruang yang mempertemukan kepentingan keagamaan dengan persoalan kemanusiaan dan lingkungan.

Menag juga menyampaikan rencana untuk memperluas semangat IGIC melalui pertemuan dengan para pemimpin rumah ibadah dari agama lain. Forum lintas agama tersebut akan diarahkan untuk membicarakan persoalan kemanusiaan yang menjadi perhatian bersama.

“Insyaallah kelanjutan daripada International Grand Imam Conference ini, kami juga akan menggagas pertemuan dengan pimpinan-pimpinan rumah-rumah ibadah lain non-muslim, pimpinan-pimpinan Katolik, gereja, rumah-rumah ibadah yang lain. Mari kita undang duduk bersama, karena tema sentral kita semua umat beragama adalah sama,” ungkap Menag.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut penting untuk memperkuat rasa persaudaraan kemanusiaan. Menag bahkan memperkenalkan gagasan ukhuwah makhluqiyah, yakni persaudaraan sebagai sesama makhluk.

“Bahkan ada satu ukhuwah selain ukhuwah basyariyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah Islamiyah. Ada satu konsep ukhuwah yang lain mungkin perlu kita kembangkan, ukhuwah makhluqiyah. Persaudaraan kita sebagai sesama makhluk,” jelasnya.

49 Delegasi dari 39 Negara

IGIC 2026 mempertemukan para pemimpin keagamaan dari berbagai negara untuk membahas kontribusi kepemimpinan agama terhadap persoalan kemanusiaan dan perdamaian global.

Ketua Panitia IGIC 2026, M Sabilul Alif, menyampaikan bahwa hingga pembukaan kegiatan, terkonfirmasi hadir, 49 delegasi internasional dari 39 negara. Para delegasi terdiri atas Grand Imam, Grand Mufti, serta tokoh agama dari berbagai kawasan dunia.

“Hari ini telah terkonfirmasi 49 delegasi internasional dari 39 negara yang terdiri atas para Grand Imam, Grand Mufti, serta tokoh agama dari berbagai kawasan dunia,” jelasnya.

Kehadiran para pemimpin agama tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pertukaran gagasan dan pengalaman lintas negara mengenai peran keagamaan dalam merespons tantangan global.

IGIC 2026 berlangsung dari 25–28 September 2026. Konferensi imam besar berskala dunia kali pertama ini mengusung tema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace”. Dalam konferensi ini, para peserta akan membahas peran masjid dalam membangun harmoni, diplomasi keagamaan, perdamaian global, serta potensi ekonomi kemasjidan.

Biro Humas dan Komunikasi Publik

ShareTweetSend
Artikel Sebelumnya

Nasaruddin Umar Terpilih sebagai Presiden IAMI Pada Forum IGIC 2026 dan Hasilkan Jakarta Understanding

Artikel Terkait

Senam Moderasi Beragama dan Ekoteologi IPARI Brebes Perkuat Nilai Keagamaan dan Kepedulian Lingkungan
Berita

Senam Moderasi Beragama dan Ekoteologi IPARI Brebes Perkuat Nilai Keagamaan dan Kepedulian Lingkungan

oleh editor
24 Sep 2026
0

Brebes– Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Brebes menggelar kegiatan Senam Moderasi Beragama dan Ekoteologi di Islamic Centre Brebes,...

SelanjutnyaDetails
Tingkatkan Layanan Masyarakat, Kemenag Brebes Tandatangani PKS Kerohanian dengan RSIA Nuzula

Tingkatkan Layanan Masyarakat, Kemenag Brebes Tandatangani PKS Kerohanian dengan RSIA Nuzula

24 Agu 2026
Kemenag Brebes dan RS Harapan Sehat Jatibarang Teken Kerja Sama Kerohanian, Tingkatkan Layanan bagi Pasien

Kemenag Brebes dan RS Harapan Sehat Jatibarang Teken Kerja Sama Kerohanian, Tingkatkan Layanan bagi Pasien

20 Agu 2026
Ponpes Khoiro Ummah Salem Buktikan Kembali ke Pangkuan NKRI, Kemenag Pastikan Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81

Ponpes Khoiro Ummah Salem Buktikan Kembali ke Pangkuan NKRI, Kemenag Pastikan Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81

18 Agu 2026
Bergerak untuk Perubahan  Menuju Kemajuan yang Berdampak

Bergerak untuk Perubahan  Menuju Kemajuan yang Berdampak

20 Jul 2026
Kasi PAIS Hadiri Pelepasan dan Pentas Seni Taman Seminari Santa Maria Fatima Brebes

Kasi PAIS Hadiri Pelepasan dan Pentas Seni Taman Seminari Santa Maria Fatima Brebes

22 Jun 2026

Kategori

  • Berita
  • Ketentuan
  • Pembimbing Masyarakan Hindu
  • Pembimbing Masyarakan Kristen
  • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Pembimbing Masyarakat Islam
  • Pembimbing Masyarakat Katolik
  • Pendidikan Agama Islam
  • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
  • Pendidikan Madrasah
  • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
  • Penyelenggara Haji Dan Umroh
  • Profil
  • Slide
  • SUBBAG TU
  • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
Arsip

  • September 2026 (6)
  • Agustus 2026 (3)
  • Juli 2026 (2)
  • Juni 2026 (8)
  • Mei 2026 (4)
  • April 2026 (12)
  • Maret 2026 (8)
  • Februari 2026 (13)
  • Januari 2026 (21)
  • Desember 2025 (13)
  • November 2025 (16)
  • Oktober 2025 (17)
  • September 2025 (13)
  • Agustus 2025 (21)
  • Juli 2025 (31)
  • Juni 2025 (12)
  • Mei 2025 (9)
  • April 2025 (9)
  • Maret 2025 (6)
  • Februari 2025 (7)
  • Januari 2025 (6)
  • Desember 2024 (10)
  • November 2024 (5)
  • Oktober 2024 (7)
  • September 2024 (1)
  • Agustus 2024 (6)
  • Juli 2024 (7)
  • Juni 2024 (6)
  • Mei 2024 (11)
  • April 2024 (1)
  • Maret 2024 (3)
  • Februari 2024 (5)
  • Januari 2024 (3)
  • September 2023 (17)
  • Agustus 2023 (26)
  • Juli 2023 (28)
  • Juni 2023 (15)
  • Mei 2023 (25)
  • April 2023 (13)
  • Maret 2023 (14)
  • Februari 2023 (20)
  • Januari 2023 (32)
  • Desember 2022 (31)
  • November 2022 (36)
  • Oktober 2022 (34)
  • September 2022 (36)
  • Agustus 2022 (33)
  • Juli 2022 (37)
  • Juni 2022 (26)

© 2022 Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah

    Translate »
    Tidak ada Hasil
    Tampilkan Semua Hasil
    • Berita
      • SUBBAG TU
      • Penyelenggara Haji Dan Umroh
      • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
      • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
      • Pendidikan Agama Islam
      • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
      • Pendidikan Madrasah
      • Pembimbing Masyarakan Kristen
      • Pembimbing Masyarakat Katolik
      • Pembimbing Masyarakan Hindu
      • Pembimbing Masyarakat Buddha
    • Profil
    • PPID

    © 2022 Kementerian Agama Kabupaten Brebes

    Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.
    Skip to content
    Open toolbar Accessibility Tools

    Accessibility Tools

    • Increase TextIncrease Text
    • Decrease TextDecrease Text
    • GrayscaleGrayscale
    • High ContrastHigh Contrast
    • Negative ContrastNegative Contrast
    • Light BackgroundLight Background
    • Links UnderlineLinks Underline
    • Readable FontReadable Font
    • Reset Reset