Brebes-“Pergerakan untuk peningkatan mutu pendidikan membutuhkan inovasi dan cara baru dengan mengevaluasi program sebelumnya. Kita ingin memiliki hasil berbeda dengan sebelumnya. Hal ini menjadi bagian dari pola berfikir maju dan berkembang. Oleh karena itu secara kaidah kita tidak mungkin mencapai tujuan yang berbeda kalau caranya masih sama seperti sebelumnya. Disinilah perlu perubahan yang tidak bisa dilepaskan dari peran semua Guru MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Kec Larangan Kab Brebes, ” kata Akhmad Sururi saat mempimpin rapat Dewan Guru MI Sirojut Tholibin, pada Kamis, (16/7/2026).
Sururi menegaskan bahwa dalam konteks kajian teori untuk mendesain program terlebih dahulu membuat analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Tantangan). Lebih dari itu tentu evaluasi program yang selama ini sudah berjalan juga menjadi bagian untuk menyusun program kegiatan MI Sirojut Tholibin untuk satu tahun kedepan (dalam satu tahun pelajaran). Ada program yang perlu dipertahankan, ditingkatkan, dirubah dan inovasi atau tambahan program untuk kemajuan madrasah.
Oleh karena itu dirinya berharap semua guru bisa menyampaikan usulan program melalui tulisan sebagai terlampir dalam surat. Ini menjadi bagian dari kompetensi literasi dalam menyusun program kegiatan MI, termasuk program pembelajaran. Setelah ditulis kemudian dipresentasikan dalam forum. Presentasi merupakan kompetensi publik speaking, dimana guru di ruang kelas juga setidaknya harus memiliki kemampuan menyampaikan pesan dengan baik melalui publik speaking.
Hal tersebut sangat penting menurut Akhmad Sururi, karena apa yang kita sampaikan dalam proses pembelajaran agar berdampak terhadap perubahan dalam diri murid. Tentu hal ini juga didukung dengan pemahaman seorang guru terhadap psikologi pendidikan. Melalui disiplin ilmu tersebut guru dapat memahami kemampuan masing masing murid dalam proses pembelajaran. Mereka memiliki kemampuan dan kecerdasan yang berbeda, sehingga disinilah perlunya pembelajaran berdiferensiasi.
“Awal tahun ini kita membuat rencana program dalam satu tahun pelajaran. Ini menjadi bagian amanat dari surat Kanwil Kemenag, bahwa salah satu tugas Kepala Madrasah adalah menyusun program kegiatan Madrasah. Program tersebut menjadi turunan dari visi dan misi MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa. Visi MIST, bahagia, cerdas dan religius menjadi titik tolak untuk membuat program kegiatan dengan menyesuaikan kalender pendidikan”. lanjut Sururi.
Selaku Kepala MI mengatakan bahwa program tersebut nanti dibreakdwon dalam satu semester, mingguan dan harian. Dari sekian mata progam ada yang dilaksanakan setiap kelas dan bersama seluruh murid MI Sirojut Tholibin. Blangko usulan program yang disampaikan kepada seluruh guru nanti akan dipilah, mana yang tahunan, semester, bulanan, mingguan dan harian. Semua beririsan dengan anggaran dan petugas atau pelaksana kegiatan.
Untuk melaksanakan itu semus, Sururi mengajak semua dewan guru dapat mewujudkan kebersamaan dan saling mendukung. Sehingga tidak terkesan ada guru yang capek sendiri, sementara yang lain kurang merasa terpanggil untuk bersama mewujudkan gerak bersama dalam melaksanakan program. Dirinya yakin dengan semangat yang tinggi seluruh dewan guru bisa memperkuat rasa kebersamaan dalam menyukseskan program MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Kec Larangan Kab Brebes.
Dalam forum tersebut disampaikan beberapa program harian, mingguan, bulanan, semester dan tahunan. Program harian termasuk piket kebersihan dan menyambut murid datang saat pagi hari. Siang saat pulang agar seluruh murid memungut sampah di kelas dan halaman MI, kemudian dibuang ditempat sampah. Ini sangat penting karena dalam konteks agama menjaga kebersihan sebagian dari iman. Lebih dari itu membuang sampah ditempatnya juga menjadi bagian dari pendidikan karakter. Satu murid satu prestasi juga menjadi usulan untuk kemajuan MI dalam forum tersebut. Hal ini sangat dibutuhkan ikhtiar bersama menggali potensi anak agar menjadi sebuah prestasi. Lebih dari itu tentu juga membutuhkan guru pembimbing yang telaten dan sabar dalam membimbing mereka dalam meraih prestasi. Itu semua menjadi komitmen kita bersama untuk mewujudkan MI Sirojut Tholibin semakin maju dan berkualitas.(AS)








