Brebes-Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia Kabupaten Brebes, KH Mu’min Syafiq,Lc menginisiasi kegiatan Pesantren Ramadhan di lingkungan Pendidikan Formal di Brebes. Kegiatan ini sebagai wujud keterpanggilan nurani untuk memberikan pencerahan dan pemahaman keagamaan Islam rahmatal lil alamin untuk komunitas pelajar. Lebih dari itu Pesantren Ramadhan hadir sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter keagamaan bagi generasi pelajar di lingkungan Pendidikan Formal.
“Kita harus hadir untuk bangsa khususnya komunitas pelajar dalam rangka memberikan pemahaman keagamaan Islam yang moderat. Moderasi Beragama menjadi sikap yang harus dimiliki oleh para generasi bangsa khususnya pelajar. Hal tersebut sangat penting agar pemahaman keagamaan mereka tidak terpengaruh oleh pemahaman yang ekstrim kanan atau kiri. Beberapa survai terkait dengan sikap intoleransi di kalangan pelajar terus meningkat. Oleh karena itu Pesantren Ramadhan menjadi salah satu ikhtiar untuk mencegah tindakan intoleransi dan sikap radikalisme agama di komunitas pelajar,” kata KH Mu’min Syafiq, ketikam ditemuai oleh penulis di Masjid Agung Brebes selepas memberikan kajian rutinnya, Kamis sore, (12/2/2026).
Dia mengungkapkan bahwa dalam rangka menggerakkan Pesantren Ramadhan dirinya menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes. Kolaborasi dengan berbagai elemen di lingkungan Kab Brebes menjadi kekuatan bersama untuk mewujudkan generasi yang berakhlak dengan kekuatan sikap religius.
Sebagai Ketua IPARI Kab Brebes, dirinya sudah mengajak para penyuluh di Kecamatan Brebes, Wanasari dan Bulakamba untuk bersama sama menyukseskan kegiatan Pesantren Ramadhan di lingkungan Pendidikan Formal. Sebagai penyuluh memiliki tugas untuk menyampaikan pesan keagamaan yang damai dan toleran, termasuk untuk komunitas pelajar.
“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara nilai nilai agama menjadi kekuatan spiritual yang bisa mewarnai prilaku para pelajar. Pesantren Ramadhan hadir di tengah-tengah pelajar dengan tujuan mewujudkan generasi pelajar yang memilki kematangan dalam beragama. Hal ini sangat penting, karena sesungguhnya kematangan dalam beragama menjadi pondasi untuk mewujudkan masyarakat yang damai dan tenteram,” lanjut Pengasuh Pengajian Rutin di masjid Agung Brebes.
Ketua IPARI Kab Brebes menambahkan, searah dengan program Kemendasmen , tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yang didalamnya ada kebiasaan beribadah, Pesantren Ramadhan menjadi ikhtiar untuk memperkuat kebiasaan tersebut. Kebiasaan beribadah dengan ilmu pengetahuan tentang ibadah menjadi satu paket untuk mewujudkan internalisasi nilai-nilai ibadah dalam jiwa pelajar. Dengan demikian mereka akan terjaga dari tindakan kriminalitas dan amoral. “Dalam rangka menggerakkan kegiatan Pesantren Ramadhan kami telah membentuk tim dengan nama Pesantren Ramadhan Center. Tim ini terdiri dari beberapa unsur Penyuluh Kemenag, DMI dan FKDT. Kita sudah sepakat untuk melaksanakan program Pesantren Ramadhan. Dalam jangka dekat akan melakukan kordinasi dengan Kementerian Agama , Kasi PAIS dan lembaga pendidikan formal yang menjadi sasaran program Pesantren Ramadhan,” pungkas KH Mu’min Syafiq Lc.










