24 September 2026
Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Kementerian Agama
  • Berita
    • SUBBAG TU
    • Penyelenggara Haji Dan Umroh
    • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
    • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
    • Pendidikan Agama Islam
    • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Pendidikan Madrasah
    • Pembimbing Masyarakan Kristen
    • Pembimbing Masyarakat Katolik
    • Pembimbing Masyarakan Hindu
    • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Profil

  • PPID
  • Berita
    • SUBBAG TU
    • Penyelenggara Haji Dan Umroh
    • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
    • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
    • Pendidikan Agama Islam
    • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Pendidikan Madrasah
    • Pembimbing Masyarakan Kristen
    • Pembimbing Masyarakat Katolik
    • Pembimbing Masyarakan Hindu
    • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Profil

  • PPID
Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Kemenag
Beranda Ketentuan

FKDT Harus Naik Kelas: Dari Forum Komunikasi Menuju Gerakan Mutu MDT

oleh editor
September 22, 2026
Dalam Kategori Ketentuan
Durasi Membaca: 5 Menit
A A
0
FKDT Harus Naik Kelas: Dari Forum Komunikasi Menuju Gerakan Mutu MDT
3
TAMPIL
Share on FacebookShare on Twitter

 Oleh: Akhmad Sururi. (Ketua DPC FKDT Brebes)

Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) sedang berada pada persimpangan penting. Di satu sisi, MDT telah menjadi bagian dari denyut kehidupan keagamaan masyarakat. Di sisi lain, perubahan zaman menuntut lembaga pendidikan keagamaan untuk tidak sekadar bertahan, tetapi terus meningkatkan kualitas.

Karena itu, pertanyaan pentingnya bukan lagi berapa banyak MDT yang kita miliki, melainkan seberapa bermutu pendidikan yang diterima para santri di dalamnya.

Inilah saatnya Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) melakukan lompatan peran, dimana FKDT tidak cukup hanya menjadi ruang komunikasi antar pengelola MDT. FKDT harus naik kelas menjadi gerakan peningkatan mutu pendidikan keagamaan.

Jangan Puas dengan Rutinitas, Rutinitas adalah sesuatu yang mudah dilakukan. Setiap tahun ada kegiatan, pertemuan, perlombaan, ujian, dan berbagai agenda kelembagaan.

Namun pendidikan tidak boleh diukur hanya dari banyaknya kegiatan. Pertanyaan yang lebih mendasar harus diajukan: apakah kegiatan tersebut benar-benar meningkatkan kualitas MDT dan kualitas santri?

Jika tidak, maka kita harus berani melakukan evaluasi. Pendidikan yang sehat adalah pendidikan yang mau bercermin. Lembaga yang ingin maju adalah lembaga yang tidak takut mengakui kekurangan dan kemudian memperbaikinya. FKDT memiliki posisi strategis untuk membangun budaya tersebut.

Mutu Guru adalah Titik Awal,  tidak ada MDT bermutu tanpa guru yang terus berkembang dalam meningkayakn kualitas dirinya. Guru MDT bukan sekadar penyampai materi keagamaan. Mereka adalah pendidik yang ikut membentuk cara berpikir, sikap, kebiasaan, dan karakter santri.

Karena itu, FKDT perlu menempatkan pengembangan kompetensi guru sebagai agenda utama. Pelatihan tidak cukup dilakukan ketika ada program. Harus dibangun sistem pembelajaran guru secara berkelanjutan.

Dimana guru perlu mendapatkan ruang untuk belajar metodologi, berbagi pengalaman, mengembangkan media pembelajaran, memperkuat literasi digital, dan memahami karakter generasi baru, guru yang berhenti belajar akan kesulitan mendampingi generasi yang terus berubah.

MDT Perlu Peta Jalan Mutu

Persoalan MDT di berbagai wilayah tentu tidak seragam,  diantaranya ada lembaga yang sudah berkembang dengan baik, ada butuh penguatan sumber daya manusi,  ada  keterbatasan sarana, ada pula yang membutuhkan pendampingan dalam tata kelola.

Karena itu, FKDT perlu memiliki peta jalan peningkatan mutu MDT,  Peta jalan tersebut dapat dimulai dari pemetaan kondisi lembaga, identifikasi kebutuhan, penyusunan indikator mutu, program pendampingan, evaluasi, dan apresiasi terhadap lembaga yang menunjukkan kemajuan. Dengan pendekatan ini, program FKDT tidak berjalan berdasarkan perkiraan, tetapi berdasarkan kebutuhan nyata.

Jangan Takut dengan Standar Mutu

Sebagian pihak mungkin menganggap standar mutu sebagai beban bagi MDT. Padahal standar mutu justru diperlukan agar lembaga memiliki arah yang jelas.

Standar tidak berarti menyeragamkan seluruh MDT. Setiap lembaga tetap memiliki karakter, tradisi, dan kekhasan masing-masing.

Yang diperlukan adalah standar minimal yang memastikan setiap santri memperoleh layanan pendidikan yang layak dan bermutu. Misalnya standar kompetensi guru, pembelajaran, administrasi, capaian santri, pembiasaan akhlak, sarana dasar, dan keterlibatan orang tua.

Standar tersebut harus menjadi alat untuk tumbuh, bukan alat untuk menghakimi. Kurikulum Harus Menyentuh Kehidupan

Santri tidak hidup hanya di ruang kelas. Mereka hidup di tengah keluarga, masyarakat, dan dunia digital. Karena itu, pembelajaran MDT harus mampu menjembatani ilmu agama dengan kehidupan nyata.

Santri belajar fikih bukan hanya untuk mengetahui hukum, tetapi juga memahami bagaimana menjalankan kehidupan secara benar. Belajar akhlak bukan hanya menghafal definisi, tetapi membangun kebiasaan menghormati orang tua, guru, dan sesama. Belajar Al-Qur’an bukan hanya mengejar jumlah hafalan, tetapi menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman perilaku.

Di sinilah pentingnya inovasi pembelajaran. Tradisi keilmuan harus dipertahankan, tetapi metode pembelajarannya harus terus dikembangkan.

FKDT sebagai Laboratorium Inovasi. FKDT seharusnya menjadi tempat bertemunya gagasan-gagasan terbaik dari berbagai MDT.

Satu MDT mungkin berhasil mengembangkan program peningkatan kapasitas pendidik. MDT lain berhasil membangun pembelajaran berbasis praktik. Yang lain memiliki sistem pembinaan akhlak yang efektif. Mengapa praktik baik tersebut tidak dihimpun dan dibagikan?

FKDT dapat membangun forum praktik baik MDT, sehingga keberhasilan satu lembaga dapat menjadi inspirasi bagi lembaga lainnya. Dengan demikian, FKDT bukan hanya menjadi tempat bertukar informasi, tetapi menjadi laboratorium inovasi pendidikan keagamaan.

Sinergi dengan Pemerintah Harus Diperkuat

Peningkatan mutu MDT juga membutuhkan dukungan kebijakan. FKDT perlu terus membangun komunikasi konstruktif dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Yang diperjuangkan bukan semata-mata bantuan, tetapi ekosistem kebijakan yang memberikan ruang bagi MDT untuk berkembang.

Dukungan terhadap MDT dapat diarahkan pada peningkatan kompetensi guru, penguatan kelembagaan, sarana pembelajaran, pengembangan program santri, dan berbagai kebutuhan yang benar-benar berkaitan dengan peningkatan mutu. Dengan demikian, dukungan kebijakan tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi santri.

Dari Gerakan Kegiatan Menjadi Gerakan Mutu. Ini mungkin menjadi tantangan terbesar FKDT ke depan. FKDT perlu menggeser orientasi dari gerakan kegiatan menuju gerakan mutu.Kegiatan tetap penting. Tetapi kegiatan harus memiliki tujuan yang jelas.

Pelatihan harus menghasilkan peningkatan kompetensi. Perlombaan harus menjadi ruang pengembangan bakat. Pertemuan harus menghasilkan gagasan. Pendataan harus menghasilkan kebijakan.

Evaluasi harus menghasilkan perbaikan. Dengan demikian, setiap aktivitas memiliki hubungan langsung dengan peningkatan kualitas MDT. Masa Depan Brebes Dimulai dari ruang-ruang MDT Sering kali kita berbicara tentang pembangunan daerah dari sisi ekonomi, infrastruktur, dan pelayanan publik.

Semua itu penting. Namun ada satu investasi yang tidak boleh dilupakan: investasi manusia. MDT bekerja pada wilayah yang sangat mendasar, yaitu membangun pengetahuan agama, akhlak, karakter, dan kebiasaan baik sejak usia dini. Apa yang ditanamkan di ruang-ruang MDT hari ini dapat menjadi bagian dari karakter masyarakat Brebes di masa depan. Karena itu, meningkatkan mutu MDT bukan sekadar agenda organisasi. Ia adalah bagian dari ikhtiar membangun masa depan daerah.

FKDT Harus Berani Melangkah

FKDT Brebes memiliki peluang besar untuk mengambil peran historis tersebut. Tetapi peluang tidak akan berarti tanpa keberanian melakukan perubahan. FKDT harus berani bertanya kepada dirinya sendiri: Apa yang harus diperbaiki? Apa yang harus dihentikan? Apa yang harus dikembangkan? Dan apa yang harus dimulai? Pertanyaan-pertanyaan itu harus dijawab dengan program nyata. Sebab FKDT tidak cukup hanya menjadi organisasi yang hadir dalam setiap agenda MDT. FKDT harus menjadi organisasi yang membuat MDT semakin bermutu. Dari forum komunikasi menuju gerakan mutu.

Dari rutinitas menuju inovasi. Dari kegiatan menuju dampak. Dari sekadar mempertahankan keberadaan MDT menuju menyiapkan generasi Brebes yang berilmu, berakhlak, dan mampu menghadapi masa depan. Jika hari ini kita serius membangun mutu MDT, sesungguhnya kita sedang menanam investasi peradaban untuk Brebes masa depan.

ShareTweetSend
Artikel Sebelumnya

Tingkatkan Layanan Masyarakat, Kemenag Brebes Tandatangani PKS Kerohanian dengan RSIA Nuzula

Artikel Selanjutnya

Kemenag Brebes Siap Optimalisasi Anggaran Bimas Islam Jadikan  Kemenag Berdampak Terasa Masyarakat

Artikel Terkait

Kemenag Brebes Siap Optimalisasi Anggaran Bimas Islam Jadikan  Kemenag Berdampak Terasa Masyarakat
Ketentuan

Kemenag Brebes Siap Optimalisasi Anggaran Bimas Islam Jadikan  Kemenag Berdampak Terasa Masyarakat

oleh editor
22 Sep 2026
0

Karanganyar (Humas) – Kepala Kantor Kemenag Brebes, M. Aqsho  hadir dalam acara yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi...

SelanjutnyaDetails
Peringati Hari Anak Nasional Ke-42, Kemenag Brebes Gaungkan Gerakan BERLIAN untuk Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia

Peringati Hari Anak Nasional Ke-42, Kemenag Brebes Gaungkan Gerakan BERLIAN untuk Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia

23 Jul 2026
50 PNS Kemenag Brebes Dilantik dalam Jabatan Fungsional

50 PNS Kemenag Brebes Dilantik dalam Jabatan Fungsional

23 Jun 2026
Sambut 1448 H, Menag Ajak Hijrah dari Sikap Curiga ke Saling Percaya

Sambut 1448 H, Menag Ajak Hijrah dari Sikap Curiga ke Saling Percaya

15 Jun 2026
Maksimalkan Program Kemenag Berdampak, Kolaborasi dengan Rumah Sakit Berikan Pelayanan Prima    

Maksimalkan Program Kemenag Berdampak, Kolaborasi dengan Rumah Sakit Berikan Pelayanan Prima    

22 Mei 2026
Tingkatkan Disiplin ASN, Kemenag Brebes Gelar Pelatihan Baris Berbaris

Tingkatkan Disiplin ASN, Kemenag Brebes Gelar Pelatihan Baris Berbaris

04 Mei 2026
Artikel Selanjutnya
Kemenag Brebes Siap Optimalisasi Anggaran Bimas Islam Jadikan  Kemenag Berdampak Terasa Masyarakat

Kemenag Brebes Siap Optimalisasi Anggaran Bimas Islam Jadikan  Kemenag Berdampak Terasa Masyarakat

Kategori

  • Berita
  • Ketentuan
  • Pembimbing Masyarakan Hindu
  • Pembimbing Masyarakan Kristen
  • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Pembimbing Masyarakat Islam
  • Pembimbing Masyarakat Katolik
  • Pendidikan Agama Islam
  • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
  • Pendidikan Madrasah
  • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
  • Penyelenggara Haji Dan Umroh
  • Profil
  • Slide
  • SUBBAG TU
  • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
Arsip

  • September 2026 (3)
  • Agustus 2026 (3)
  • Juli 2026 (2)
  • Juni 2026 (8)
  • Mei 2026 (4)
  • April 2026 (12)
  • Maret 2026 (8)
  • Februari 2026 (13)
  • Januari 2026 (21)
  • Desember 2025 (13)
  • November 2025 (16)
  • Oktober 2025 (17)
  • September 2025 (13)
  • Agustus 2025 (21)
  • Juli 2025 (31)
  • Juni 2025 (12)
  • Mei 2025 (9)
  • April 2025 (9)
  • Maret 2025 (6)
  • Februari 2025 (7)
  • Januari 2025 (6)
  • Desember 2024 (10)
  • November 2024 (5)
  • Oktober 2024 (7)
  • September 2024 (1)
  • Agustus 2024 (6)
  • Juli 2024 (7)
  • Juni 2024 (6)
  • Mei 2024 (11)
  • April 2024 (1)
  • Maret 2024 (3)
  • Februari 2024 (5)
  • Januari 2024 (3)
  • September 2023 (17)
  • Agustus 2023 (26)
  • Juli 2023 (28)
  • Juni 2023 (15)
  • Mei 2023 (25)
  • April 2023 (13)
  • Maret 2023 (14)
  • Februari 2023 (20)
  • Januari 2023 (32)
  • Desember 2022 (31)
  • November 2022 (36)
  • Oktober 2022 (34)
  • September 2022 (36)
  • Agustus 2022 (33)
  • Juli 2022 (37)
  • Juni 2022 (26)

© 2022 Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah

    Translate »
    Tidak ada Hasil
    Tampilkan Semua Hasil
    • Berita
      • SUBBAG TU
      • Penyelenggara Haji Dan Umroh
      • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
      • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
      • Pendidikan Agama Islam
      • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
      • Pendidikan Madrasah
      • Pembimbing Masyarakan Kristen
      • Pembimbing Masyarakat Katolik
      • Pembimbing Masyarakan Hindu
      • Pembimbing Masyarakat Buddha
    • Profil
    • PPID

    © 2022 Kementerian Agama Kabupaten Brebes

    Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.
    Skip to content
    Open toolbar Accessibility Tools

    Accessibility Tools

    • Increase TextIncrease Text
    • Decrease TextDecrease Text
    • GrayscaleGrayscale
    • High ContrastHigh Contrast
    • Negative ContrastNegative Contrast
    • Light BackgroundLight Background
    • Links UnderlineLinks Underline
    • Readable FontReadable Font
    • Reset Reset