19 Agustus 2026
Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Kementerian Agama
  • Berita
    • SUBBAG TU
    • Penyelenggara Haji Dan Umroh
    • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
    • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
    • Pendidikan Agama Islam
    • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Pendidikan Madrasah
    • Pembimbing Masyarakan Kristen
    • Pembimbing Masyarakat Katolik
    • Pembimbing Masyarakan Hindu
    • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Profil
    Struktur Organisasi

  • PPID
  • Berita
    • SUBBAG TU
    • Penyelenggara Haji Dan Umroh
    • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
    • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
    • Pendidikan Agama Islam
    • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Pendidikan Madrasah
    • Pembimbing Masyarakan Kristen
    • Pembimbing Masyarakat Katolik
    • Pembimbing Masyarakan Hindu
    • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Profil
    Struktur Organisasi

  • PPID
Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Kemenag
Beranda Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf

Memaknai Ibadah Qurban

oleh editor
Juli 8, 2022
Dalam Kategori Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
Durasi Membaca: 4 Menit
A A
0
Memaknai Ibadah Qurban
109
TAMPIL
Share on FacebookShare on Twitter

Hari ini adalah hari Raya Haji atau hari Raya Qurban yang penuh keistimewaan. Karena pada saat ini, jutaan umat Islam berasal dari seluruh penjuru dunia sedang melaksanakan ibadah haji dengan mengumandangkan takbir dan talbiyah silih berganti. Hari ini juga, kita mengenang sejarah qurban yang diawali oleh dua hamba Allah yang shaleh melaksanakan perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim a.s. ditugaskan oleh Allah SWT untuk mengurbankan putra kesayangannya. Ismail, a.s. lewat mimpi yang benar.

Tidak dapat kita bayangkan, bagaimana kegembiraan hati orang tua yang telah lama mendambakan generasi pengganti dirinya dari sekian tahun lamanya, dan bagaimana tingkat kecintaannya terhadap putra tunggal, anak kandung sibiran tulang, cahaya mata, pelepas rindu, tiba-tiba harus dijadikan qurban, merenggut nyawa anaknya oleh tangan ayahnya sendiri. Namun, cintanya kepada Allah jauh lebih besar dan jauh lebih di atas segala galanya daripada cintanaya kepada anak, isteri, harta benda dan materi keduniaan lainnya.

Oleh karena itu, Nabi Ibrahim a.s, dalam dialognya seperti yang dilukiskan dalam bahasa yang sangat indah dan menyejukkan di dalam al-Qur’an surat Ash-Shafaat : 102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar”.

Dalam suasana yang sangat mengharukan itu, dan detik-detik yang amat menegangkan, saat Ismail sudah dibaringkan untuk dilakukan penyembelihan seperti yang dikisahkan, bahwa bukanlah Ismail yang tersembelih, melainkan atas kekuasaan dan kebesaran-Nya, tiba-tiba Allah SWT mengganti dengan seekor kibas besar yang dibawa oleh malaikat jibril.

Inilah dasar sejarah disyariatkannya berqurban bagi ummat islam yang punya kemampuan untuk melaksanakan qurban satu tahun sekali pada hari raya Idul Adha. Berqurban memiliki makna mulia jika hakikat berqurban itu dapat kita pahami dengan baik. Berqurban bukanlah sekadar ritual tanpa makna, atau teradisi tanpa arti. Berqurban, harus mampu menggugah perasaan pelakunya untuk menghayati apa yang tersirat dan tersurat dari pelaksanaan ritual tersebut.

Rasa suka cita yang dialami oleh keluarga Nabi Ibrahim as. untuk berkorban dilandasi atas pemahaman yang benar tentang nilai-nilai kehidupan. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini: anak, isteri, harta, pangkat dan jabatan semuanya datang dari Allah dan pasti akan kembali kepada Allah. Oleh sebab itu, bagaimana pun modelnya perintah Allah harus dilaksanakan sebaik-baiknya tanpa melihat untung dan rugi, enak tidak enak, mudah dan sulit, maupun berat dan ringannya.

Sikap seperti inilah yang menunjukkan jati diri Nabi Ibrahim as. sehingga dianugerahi oleh Allah sebagai imam, sebagai pemimpin, sebagai teladan dan idola buat semua ummat. Kehormatan tersebut tidak mungkin akan dapat diraih oleh Nabi Ibrahim as. tanpa didampingi oleh isteri yang salihah dan anak yang saleh, seperti dilukiskan dalam QS. Al-Baqarah (2): 124 “Perhatikanlah ketika Allah menguji Ibrahim, dengan berbagai kalimat perintah dan harapan, maka semuanya dapat diselesaikan dengan sempurna. Maka Allah berfirman: Sesunggunya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia, Ibrahim berkata: dan saya mohon juga buat keturunanku. Allah berfirman: Janjiku ini tidak mengenai orang-orang yang zalim

Di zaman modern dan canggih saat ini, oleh masyarakat Indonesia dinamakan sebagai zaman reformasi, tampak jelas dan tidak terbantahkan bahwa logika lingkungan cinta duniawi telah merebak dan mewabah mencemari perilaku hidup dan kehidupan manusia, di mana manusia dipandang sebagai obyek, bukan sebagai subyek. Kadar dan nilai manusia ditentukan seberapa jauh nilai materi yang dimilikinya.

Tinggi rendahnya nilai kehormatan manusia tergantung dari lebel-lebel keduniaan yang melekat pada diri manusia itu sendiri. Maka wajarlah jika manusia zaman sekarang ini merasa asing bahkan bingung hidup di atas bumi yang melahirkannya. Oleh karena itu, penyembelihan hewan qurban yang dimulai hari ini sepantasnya membuat kesadaran baru kepada kita untuk memahami akan hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Allah, pada tata aturan yang sempurna dan hukum-hukum adilnya menjelmakan sangsi-sangsi seimbang dalam kekuasaan Allah SWT yang tidak akan pernah tertipu kepalsuan.

Namun sayang makna dari kerelaan berqurban masih kurang mendapat perhatian dan penghayatan yang memadai, karena masih banyak di antara yang berperan di bundaran dunia fana’ ini, cuma menanti pengorbanan orang lain.

Penyembelihan qurban merupakan suatu tindakan penundukan dan penguasaan kecenderungan-kecenderungan hewani dalam diri manusia itu sendiri yang dalam bahasa agama disebut al-nafsu al ammârah dan al-nafsu al-lawwamah, yakni keinginan-keinginan rendah yang selalu mendorong atau menarik manusia ke arah kekejian dan kejahatan.

Qurban disyariatkan guna mengingatkan manusia bahwa jalan menuju kebahagiaan membutuhkan pengorbanan. Akan tetapi yang dikorbankan bukan manusia, bukan pula kemanusiaan. Namun yang dikorbankan adalah binatang, yang sempurna tanpa cacat, sebagai indikasi agar sifat-sifat kebinatangan dalam diri harus dibuang jauh-jauh.

Hikmat inilah yang diajarkan dalam berqurban, seperti dalam firman Allah swt. QS. Al-Hajj 37 “Daging-daging dan darah binatang qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi apa yang akan sampai kepadaNya hanyalah ketaqwaan. Demikianlah dia memperuntukkan binatang ternak itu bagiMu semoga kamu mengagungkan Allah. Allah berkenan dengan petunjukNya kepadamu, lalu berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang membuat kebajikan.”

Di samping itu, melalui perintah qurban, Islam mengajarkan bagaimana membangkitkan kepekaan dan kepedulian sosial kita kepada sesama saudara kita yang lain, yaitu membantu terbinanya persaudaraan yang hakiki, cinta kasih dan tanggung jawab antara sesama umat, serta terwujudnya pemerataan pendistribusian protein hewani untuk meningkatkan gizi masyarakat dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga dapat meningkatkan pengabdian-nya kepada Allah dan sesamanya.

Dari paparan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Seseorang dituntut berkorban, baik harta, jabatan dan kedudukan, bahkan jiwa sekalipun dan nilai pengorbanan tidak dilihat dari kuantitas, tetapi dari niat dan kualitas ketulusan dan keikhlasan. 2. Makna lain dari berqurban adalah upaya mereformasi diri sendiri dengan jalan menyembelih serta membunuh watak dan tabiat hewaniyah yang kita miliki, seperti: mau menang sendiri, tamak dan rakus serta bakhil, gila kekuasaan, ambisi yang tidak terekendali, sombong dan arogansi, iri hati dan dengki, tidak mau mendengar kritikan dan nasehat, dan lain-lain sebagainya dari segala sifat yang tidak terpuji. 3. Ibadah qurban mengandung aspek ilahiah, di samping aspek insaniah. Dalam aspek insaniah (sosial) adalah menumbuhkan kekentalan persaudaraan (silaturrahim) dan meningkatkan protein dalam rangka mendorong semangat pengabdian kepada Allah dan sesama manusia lainnya. (Artikel Oleh : Drs.H. Fajarin, M.Pd )

ShareTweetSend
Artikel Sebelumnya

MOU Kemenag Brebes Dengan RS. Bhakti Asih Guna Peningkatan Pelayanan

Artikel Selanjutnya

Momen Idul Adha: Kolaborasi Kemenag Brebes  dan BSI Berbagai Daging Qurban   

Artikel Terkait

Peringatan 10 Muharram UPZ Kemenag Brebes Peduli Yatim dan Disabilitas
Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf

Peringatan 10 Muharram UPZ Kemenag Brebes Peduli Yatim dan Disabilitas

oleh editor
25 Jun 2026
0

Brebes – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Brebes menggelar kegiatan Lebaran...

SelanjutnyaDetails
UPZ Kemenag Brebes Sosialisasikan dan Evaluasi Nisab Zakat GPAI se-Kabupaten Brebes

UPZ Kemenag Brebes Sosialisasikan dan Evaluasi Nisab Zakat GPAI se-Kabupaten Brebes

10 Jun 2026
Sosialisasi dan Evaluasi Nisab Zakat Guru ASN PAI, Kemenag Brebes Libatkan 268 GPAI PPPK Sertifikasi

Sosialisasi dan Evaluasi Nisab Zakat Guru ASN PAI, Kemenag Brebes Libatkan 268 GPAI PPPK Sertifikasi

09 Jun 2026
Halal Bihalal 1447 H, Lebaran. Leburan dan Liburan ASN Kemenag Brebes  

Halal Bihalal 1447 H, Lebaran. Leburan dan Liburan ASN Kemenag Brebes  

30 Mar 2026
Masjid di Brebes Siap Layani Pemudik Selama Arus Mudik-Balik Ramadhan 2026

Masjid di Brebes Siap Layani Pemudik Selama Arus Mudik-Balik Ramadhan 2026

10 Mar 2026
Panduan Takbiran di Bali Jika Idulfitri Berbarengan dengan Nyepi

Panduan Takbiran di Bali Jika Idulfitri Berbarengan dengan Nyepi

09 Mar 2026
Artikel Selanjutnya
Momen Idul Adha: Kolaborasi Kemenag Brebes  dan BSI Berbagai Daging Qurban   

Momen Idul Adha: Kolaborasi Kemenag Brebes  dan BSI Berbagai Daging Qurban   

Kemenag Brebes Berbagi Qurban Dengan Masyarakat Sekitar  

Kemenag Brebes Berbagi Qurban Dengan Masyarakat Sekitar  

Berbagi Kebahagian Idul Qurban  Bersama Yatim & Dhuafa

Berbagi Kebahagian Idul Qurban  Bersama Yatim & Dhuafa

Kategori

  • Berita
  • Ketentuan
  • Pembimbing Masyarakan Hindu
  • Pembimbing Masyarakan Kristen
  • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Pembimbing Masyarakat Islam
  • Pembimbing Masyarakat Katolik
  • Pendidikan Agama Islam
  • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
  • Pendidikan Madrasah
  • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
  • Penyelenggara Haji Dan Umroh
  • Profil
  • Slide
  • SUBBAG TU
  • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
Arsip

  • Agustus 2026 (1)
  • Juli 2026 (2)
  • Juni 2026 (8)
  • Mei 2026 (4)
  • April 2026 (12)
  • Maret 2026 (8)
  • Februari 2026 (13)
  • Januari 2026 (21)
  • Desember 2025 (13)
  • November 2025 (16)
  • Oktober 2025 (17)
  • September 2025 (13)
  • Agustus 2025 (21)
  • Juli 2025 (31)
  • Juni 2025 (12)
  • Mei 2025 (9)
  • April 2025 (9)
  • Maret 2025 (6)
  • Februari 2025 (7)
  • Januari 2025 (6)
  • Desember 2024 (10)
  • November 2024 (5)
  • Oktober 2024 (7)
  • September 2024 (1)
  • Agustus 2024 (6)
  • Juli 2024 (7)
  • Juni 2024 (6)
  • Mei 2024 (11)
  • April 2024 (1)
  • Maret 2024 (3)
  • Februari 2024 (5)
  • Januari 2024 (3)
  • September 2023 (17)
  • Agustus 2023 (26)
  • Juli 2023 (28)
  • Juni 2023 (15)
  • Mei 2023 (25)
  • April 2023 (13)
  • Maret 2023 (14)
  • Februari 2023 (20)
  • Januari 2023 (32)
  • Desember 2022 (31)
  • November 2022 (36)
  • Oktober 2022 (34)
  • September 2022 (36)
  • Agustus 2022 (33)
  • Juli 2022 (37)
  • Juni 2022 (26)

© 2022 Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah

    Translate »
    Tidak ada Hasil
    Tampilkan Semua Hasil
    • Berita
      • SUBBAG TU
      • Penyelenggara Haji Dan Umroh
      • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
      • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah
      • Pendidikan Agama Islam
      • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
      • Pendidikan Madrasah
      • Pembimbing Masyarakan Kristen
      • Pembimbing Masyarakat Katolik
      • Pembimbing Masyarakan Hindu
      • Pembimbing Masyarakat Buddha
    • Profil
    • PPID

    © 2022 Kementerian Agama Kabupaten Brebes

    Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.
    Skip to content
    Open toolbar Accessibility Tools

    Accessibility Tools

    • Increase TextIncrease Text
    • Decrease TextDecrease Text
    • GrayscaleGrayscale
    • High ContrastHigh Contrast
    • Negative ContrastNegative Contrast
    • Light BackgroundLight Background
    • Links UnderlineLinks Underline
    • Readable FontReadable Font
    • Reset Reset